METROHEADLINE.NET, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar dengan mengusulkan puluhan jembatan penghubung ke pemerintah pusat.
Langkah ini dilakukan guna membuka akses wilayah terpencil, terutama untuk menunjang keselamatan dan kemudahan mobilitas anak-anak menuju sekolah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan sebanyak 35 titik pembangunan jembatan penghubung yang dinilai layak setelah melalui proses verifikasi ketat.
“Usulan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung di daerah,” ujarnya, seperti dilansir Senin (23/3/2026).
Menurutnya, dari sekitar 70 titik awal yang diusulkan, hanya 35 lokasi yang memenuhi kriteria pemerintah pusat. Lokasi tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Kota, Bae, Dawe, Gebog, Jekulo, Kaliwungu, Undaan, Mejobo, dan Jati.
Harry menjelaskan, karakteristik wilayah di Kudus membuat pembangunan jembatan gantung kurang ideal. Oleh karena itu, pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan jembatan penghubung permanen yang dinilai lebih aman dan sesuai dengan kondisi geografis setempat.
Proses pendataan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah desa hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Hal ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional yang menargetkan pembangunan jembatan sebagai solusi cepat bagi wilayah dengan keterbatasan akses.
Salah satu proyek yang telah terealisasi berada di Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Jembatan tersebut dibangun di atas Sungai Gembel melalui kolaborasi antara TNI dan pemerintah pusat, dengan dukungan penuh material dan peralatan.
Jembatan ini diresmikan langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Komandan Kodim 0722/Kudus, Yuusufa Allan Andriasie. Kini, keberadaannya telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Dandim Yuusufa menjelaskan bahwa jembatan tersebut menggunakan struktur Armco atau baja bergelombang yang dikenal kuat, efisien, dan cocok untuk kondisi sungai dengan kedalaman tertentu.
“Ini merupakan jembatan pertama di Kudus dengan teknologi Armco, dan berpotensi menjadi model bagi pembangunan serupa di wilayah lain,” jelasnya.
Dengan panjang sekitar 12 meter dan tinggi pangkal mencapai 3,5 meter, jembatan ini mampu menghubungkan dua jalur yang sebelumnya terputus. Selain mempermudah akses menuju area perkebunan dan tempat ibadah, jembatan ini juga menjadi jalur vital bagi aktivitas pendidikan dan ekonomi warga.
Bupati Sam’ani mengapresiasi kecepatan pembangunan yang dinilai tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan penghubung ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi penghubung harapan masyarakat. Akses yang terbuka akan berdampak langsung pada pendidikan, komunikasi, hingga peningkatan ekonomi warga,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kudus masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat terkait realisasi usulan lainnya, dengan harapan seluruh titik yang telah diajukan dapat segera dibangun demi pemerataan pembangunan di daerah.***












