Berita

Keluarga Ungkap Pesan Kehidupan Juwono Sudarsono Usai Dimakamkan di TMP Kalibata

×

Keluarga Ungkap Pesan Kehidupan Juwono Sudarsono Usai Dimakamkan di TMP Kalibata

Share this article

METROHEADLINE.NET, JAKARTA, 29 Maret 2026 – Prosesi pemakaman almarhum Juwono Sudarsono berlangsung penuh khidmat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Minggu (29/3/2026). Kehadiran keluarga, tokoh nasional, serta para akademisi menjadi bukti penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa.

Usai prosesi pemakaman, perwakilan keluarga, Bambang R Widyawan, menyampaikan sejumlah pesan moral yang selama ini menjadi prinsip hidup almarhum.

Ia menuturkan bahwa salah satu ajaran penting yang selalu disampaikan almarhum adalah tentang rasa syukur atas kekuatan hidup yang diberikan Tuhan, termasuk kemampuan untuk terus melangkah dan menjalankan tanggung jawab sehari-hari.

“Nikmat terbesar dalam hidup adalah ketika kita masih diberi kekuatan untuk melangkah dan menjalankan kewajiban. Itu adalah bagian dari proses kehidupan yang harus dijalani dengan penuh kesadaran,” ungkapnya.

Menurutnya, almarhum juga sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama, terutama dalam hal silaturahmi dan kepedulian sosial.

“Kita diajarkan untuk tetap menyambung hubungan, bahkan kepada mereka yang mungkin tidak sempat datang kepada kita. Di situlah nilai kemanusiaan dan kasih sayang tumbuh,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa almarhum selalu mengingatkan agar setiap aktivitas kehidupan tidak hanya berorientasi pada kepentingan duniawi, tetapi juga memiliki nilai ibadah dan pengabdian.

“Apa yang kita lakukan seharusnya tidak semata untuk dunia, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian yang lebih luas,” katanya.

Dalam kehidupan keluarga, Juwono Sudarsono dikenal sebagai sosok ayah yang sederhana dan terbuka. Ia tidak bersikap otoriter, melainkan mendorong anak-anaknya untuk berpikir kritis dan memperluas wawasan melalui membaca.

“Beliau selalu mendorong kami untuk banyak membaca dan berpikir terbuka. Itu menjadi salah satu warisan terbesar yang beliau tinggalkan,” ujar Bambang.

Sebagai seorang akademisi, almarhum memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Ia pernah mengajar di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia, serta membimbing banyak mahasiswa yang kini tersebar di berbagai bidang.

Meski pernah menduduki jabatan strategis sebagai Menteri Pertahanan di era Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa B. J. Habibie, almarhum tetap menjalani kehidupan secara sederhana dan tidak menonjolkan statusnya.

Bambang juga mengungkapkan bahwa di masa-masa akhir kehidupannya, almarhum sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan. Namun demikian, semangatnya untuk terus belajar tidak pernah hilang.

“Walaupun sudah sakit, beliau tetap berusaha membaca buku dan mengikuti perkembangan situasi global maupun nasional,” tuturnya.

Pihak keluarga menutup pernyataan dengan menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan dari berbagai pihak. Mereka berharap nilai-nilai kehidupan yang diajarkan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan jejak mendalam sebagai intelektual, pendidik, sekaligus negarawan yang mengabdikan hidupnya bagi Indonesia.