Foto: Istimewa
Jakarta, Metroheadline.net – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono meninggal dunia. Juwono sempat menjabat Menhan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Abdurrahman Wahid.
“Betul, Bapak Juwono Sudarsono beliau telah meninggal dunia,” kata Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait, saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Juwono meninggal dunia pada pukul 13.45 WIB di RSPI Pondok Indah, Jakarta. Jenazah rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jaksel, pada hari ini Minggu (29/3).
Juwono tutup usia pada usia 84 tahun. Juwono sebelumnya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada era Presiden BJ Habibie.

Latar Belakang dan Pendidikan Kelas Dunia
Juwono Sudarsono lahir pada 5 Maret 1942 di Ciamis, Jawa Barat. Ia berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang pemerintahan kuat. Ayahnya, Sudarsono, merupakan mantan Menteri Dalam Negeri pada era Kabinet Sjahrir. Sejak muda, Juwono dikenal memiliki ketertarikan kuat pada bidang ilmu sosial dan hubungan internasional. Ia menempuh pendidikan tinggi di sejumlah institusi bergengsi, di antaranya:
- Universitas Indonesia (B.A., M.S) Institute of Social Studies, Den Haag, Belanda
- University of California, Berkeley, Amerika Serikat (M.A.)
- London School of Economics and Political Science (Ph.D.)
Bekal pendidikan internasional tersebut menjadi fondasi kuat dalam membentuk pemikirannya yang strategis dan global.
Karier Akademik dan Intelektual Sebelum terjun penuh ke dunia pemerintahan, Juwono dikenal luas sebagai akademisi. Ia mengabdikan diri sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia selama puluhan tahun.

Karier akademiknya meliputi:
- Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di UI (1988–2020)
- Dekan FISIP UI (1988–1994)
- Guru Besar Tamu di Columbia University, Amerika Serikat (1986–1987)
Peran akademik ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu pemikir strategis Indonesia, khususnya dalam bidang pertahanan dan hubungan internasional. Perjalanan Karier di Pemerintahan Lintas Era Juwono Sudarsono termasuk tokoh yang dipercaya oleh berbagai presiden dalam lintas pemerintahan. Karier politiknya mencerminkan konsistensi dan kompetensi di berbagai sektor strategis. Awal Karier Kabinet Ia mengawali kiprah di kabinet sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa Presiden Soeharto pada 1998. Tak lama kemudian, di era Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, ia dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Reformasi Pembangunan. Menjadi Menteri Pertahanan Kariernya di sektor pertahanan dimulai saat Presiden Abdurrahman Wahid menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan pada periode 1999–2000. Ia kemudian kembali menjabat posisi yang sama pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009). Peran Diplomatik Selain di dalam negeri, Juwono juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya pada periode 2003–2004 Menteri Pertahanan Sipil Pertama dalam Sejarah Salah satu catatan paling penting dalam sejarah karier Juwono adalah statusnya sebagai Menteri Pertahanan pertama dari kalangan sipil. Sebelumnya, selama sekitar 40 tahun sejak 1959 hingga 1999, jabatan tersebut selalu diisi oleh tokoh militer. Kehadiran Juwono menjadi simbol penting dalam era reformasi, khususnya dalam mendorong supremasi sipil atas militer serta memperkuat sistem pertahanan yang lebih modern dan profesional.
Peran Strategis dan Pemikiran
Pertahanan Sebagai Menteri Pertahanan, Juwono dikenal mengedepankan pendekatan strategis berbasis akademik dan diplomasi. Ia menekankan pentingnya: Profesionalisme militer Transparansi anggaran pertahanan Keseimbangan antara kekuatan militer dan diplomasi internasional Pemikirannya dinilai relevan dalam menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks. Daftar Penghargaan Bergengsi Atas dedikasi dan kontribusinya, Juwono Sudarsono menerima berbagai penghargaan tinggi dari negara.
Berikut beberapa di antaranya:
- Bintang Mahaputera Adipurna (2025)
- Bintang Mahaputera Adipradana (1999)
- Bintang Jasa Utama (1997)
- Bintang Yudha Dharma Utama (2009)
- Satyalancana Dwidya Sistha
Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan negara atas jasa besar Juwono dalam bidang pemerintahan, pertahanan, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Warisan Pemikiran dan Dedikasi
Juwono Sudarsono tidak hanya dikenang sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai intelektual yang memberikan arah dalam kebijakan strategis nasional. (Red)












