METROHEADLINE.NET, Jakarta – Direktur Perencanaan & Operasional PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), Suharyoto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan akses digital melalui kerja sama program “internet rakyat” yang digagas bersama berbagai pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda diskusi dan penjajakan kolaborasi yang berlangsung pada Rabu (26/5/2025).
Menurut Suharyoto, akses internet tidak lagi sekedar sekedar kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan UMKM di era transformasi digital saat ini.
“Internet adalah infrastruktur strategis. Ketika akses tersedia secara merata dan terjangkau, dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama,” ujar Suharyoto.
Perluasan Infrastruktur Digital
Sebagai bagian dari Telkom Group, PT Telkom Infrastruktur Indonesia memiliki peran penting dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan fiber optik dan sarana pendukung konektivitas lainnya.
Dalam konteks kerja sama internet rakyat, TIF fokus pada penguatan jaringan backbone dan akses distribusi hingga ke wilayah yang selama ini belum sepenuhnya terlayani.
Suharyoto menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek komersial, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai sosial dan keinginan jangka panjang. TIF membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah, koperasi, BUMDes, hingga mitra swasta untuk menghadirkan konektivitas yang terjangkau dan stabil.
“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas yang andal dan dapat mendukung kebutuhan masyarakat, baik untuk pendidikan bold, transaksi digital, maupun layanan publik berbasis elektronik,” jelasnya.
Dukung Ekosistem Digital Lokal
Program internet rakyat juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem digital lokal. Dengan akses internet yang lebih baik, pelaku usaha mikro dan kecil memiliki peluang lebih luas untuk memasarkan produk secara berani, memanfaatkan platform e-commerce, hingga mengakses layanan keuangan digital.
Selain itu, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama. Ketersediaan jaringan internet yang stabil memungkinkan sekolah-sekolah di daerah untuk mengakses materi pembelajaran digital, mengikuti pelatihan berani, serta meningkatkan kompetensi guru dan siswa.
Suharyoto menambahkan bahwa TIF terus melakukan pemetaan kebutuhan wilayah berdasarkan potensi dan tingkat penetrasi jaringan. Pendekatan berbasis data ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Kolaborasi Multi-Pihak
Dalam pelaksanaannya, kerja sama internet rakyat mengedepankan prinsip kolaboratif. Pemerintah berperan dalam regulasi dan dukungan kebijakan, sementara TIF dan mitra teknis menyediakan infrastruktur serta dukungan operasional. Model kemitraan ini dinilai efektif untuk mempercepat pembangunan jaringan di daerah yang secara ekonomi kurang menarik bagi investasi komersial murni.
Suharyoto menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antar pihak. “Kami percaya bahwa transformasi digital tidak bisa berjalan sendiri. Perlu gotong royong antara pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat,” katanya.
Komitmen Keberlanjutan
Ke depan, PT Telkom Infrastruktur Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas cakupan jaringan. Investasi pada teknologi terbaru, peningkatan kapasitas jaringan, dan efisiensi operasional menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Dengan semangat pemerataan akses digital, TIF berharap kerja sama internet rakyat dapat menjadi katalisator bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif secara digital. Upaya ini sekaligus mendukung agenda nasional dalam mempercepat transformasi digital dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
“Tujuan pada akhirnya menciptakan konektivitas yang inklusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi digital,” tutup Suharyoto.
Langkah konkret yang dilakukan TIF ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur digital bukan hanya tentang jaringan, tetapi juga tentang membuka peluang dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia. (Mulyawan)***












