METROHEADLINE.NET , Jakarta — Puncak Acara Cap Gomeh Jakarta 2026 berlangsung meriah di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026). Acara yang menjadi tradisi tahunan ini tidak hanya memperingati budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat keberagaman dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir untuk memberikan sekaligus mengapresiasi masyarakat peran dan pelaku dunia usaha dalam mendukung perayaan. Dalam berbagai hal, Pramono menekankan pentingnya menjaga kehidupan keberagaman yang telah berlangsung baik di Jakarta.

“Pada kesempatan ini, kita harus melihat dan menghargai kehidupan keberagaman yang sudah kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku dunia usaha, terutama di sektor perdagangan, untuk tidak ragu memberikan kontribusi. Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan insentif bagi mereka yang mendukung pergerakan ekonomi dan budaya ini,” ujar Pramono.
Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti pencapaian pemerintah dalam waktu singkat dalam mendorong aktivitas ekonomi ibu kota.

“Kemarin, dalam waktu 10 hari, pendapatan DKI Jakarta mencapai rekor 15,25 triliun rupiah. Saya yakin, dengan dukungan pelaku usaha, semangat keberagaman ini akan terus mendorong pergerakan ekonomi dan kegiatan sosial yang positif di Jakarta,” tambahnya.
Acara Cap Gomeh 2026 ini juga menampilkan sejumlah tokoh penting lintas generasi Gubernur DKI Jakarta, termasuk Sutiyoso, Fauzi Bowo, dan Anies Baswedan, serta anggota DPR RI Charles Honoris dan pengusaha Tomy Winata dari Artha Graha Group, dan unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran mereka semakin memperkuat persatuan pesan dan dukungan terhadap keberagaman budaya di Jakarta.

Sementara itu, Anwar Budiman, Ketua Panitia Cap Gomeh Jakarta 2026, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kelancaran persiapan dan terselenggaranya acara tahun ini. Menurut Anwar, perayaan Cap Gomeh tidak hanya sebagai ritual budaya, tetapi juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
“Cap Gomeh Jakarta 2026 ini menjadi simbol kebersamaan dan toleransi di ibu kota. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. Semoga perayaan ini dapat terus meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi kegiatan sosial dan ekonomi lainnya,” kata Anwar.
Selain kegiatan budaya, acara ini juga menampilkan berbagai atraksi seni dan kuliner yang mencerminkan kekayaan budaya Tionghoa di Jakarta. Pengunjung dapat menikmati parade, pertunjukan barongsai, dan berbagai stan kuliner yang meriah. Panitia berharap kegiatan ini akan terus menghidupkan suasana perayaan tradisi Cap Gomeh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui partisipasi aktif pelaku usaha.
Dengan tema utama “UDP Jakarta” yang mendorong interaksi sosial dan ekonomi, Cap Gomeh 2026 menjadi bukti nyata bahwa Jakarta mampu menyatukan keberagaman budaya sekaligus menstimulasi pergerakan ekonomi kreatif. Semangat persatuan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan acara ini.***












