Nasional

Wujudkan Indonesia Emas, Delapan Fungsi Keluarga Harus Dilaksanakan

×

Wujudkan Indonesia Emas, Delapan Fungsi Keluarga Harus Dilaksanakan

Share this article

Sidoarjo, Metroheadline.net – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) dan DPR RI menggelar acara Fasilitasi Teknisi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo RW V Wisma Bungurasih, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026), menghadirkan narasumber yaitu Indah Kurniawati, S.E., MM (Anggota Komisi IX DPR RI), Sukamto, S.E., M.Si (Plh. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur), dan Hery Djatmiko, S. Sos., M.M (Kepala Bidang KB dan KK ( DP3AKB) Kab. Sidoarjo).

Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 yang mencapai 2.027.877 orang memiliki keluarga resiko stunting (KRS) ditahun yang sama sebesar 34.825 KK. Sementara angka stunting di tahun yang sama sebesar 10,6 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8,4 dengan indeks pembangunan manusia (IPM) sebentar 83,35.

Kepala Bidang KB dan KK ( DP3AKB) Kab. Sidoarjo, Hery Djatmiko, S. Sos., M.M menjelaskan, untuk membangun keluarga Sidoarjo yang hebat, ada 8 fungsi keluarga yang harus dijalankan yaitu fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi melindungi, fungsi reproduksi, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.

“Sejatinya, keluarga yang tangguh adalah kelurga yang menerapkan 8 fungsi keluarga,” ujar Hery.

Dalam paparannya, Plh. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si menjelaskan, Kemendukbangga memiliki program prioritas yang menyasar kepada keluarga beresiko stunting. Program prioritas tersebut yaitu:
Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Gerakan ini untuk mengintervensi keluarga yang rentan stunting dengan memberikan bantuan yang sesuai kebutuhan baik nutrisi dan non nutrisi.

“Program ini menargetkan 1 juta keluarga yang beresiko stunting sehingga butuh kolaborasi Kader Posyandu, Psikolog Anak, Dokter Spesialis Anak, Influencer Parenting, LSM, dan Pemda,” jelasnya.

Kedua, adalah program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Program ini memerlukan Daycare unggul (yang terstandarisasi); Berkolaborasi dengan seluruh Lembaga pemerintah & swasta; Menyediakan pengasuh tersertifikasi, psikolog anak dan dokter spesialis anak; Laporan tumbuh kembang anak setiap bulan; Kolaborasi melalui surat edaran antar kementerian.

Ketiga, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Gerakan ini mengoptimalisasi Peran Ayah untuk menjawab Fenomena Fatherless. Gerakan ini menyediakan Layanan Konseling pra nikah, menikah, akan dan saat memiliki anak, serta membentuk Konsorsium Komunitas Ayah Teladan.

Keempat, Lansia Berdaya (SIDAYA) . Program ini menyediakan homecare berbasis komunitas untuk usia lanjut yang tidak mendapat perawatan oleh anak. Kemudian bantuan dan pelayanan Kesehatan gratis bagi lansia di puskesmas dan RSUD tanpa rujukan, serta pemberdayaan Lansia sesuai kapasitas (lapangan pekerjaan yang sesuai).

Kelima, Al – SuperApps Tentang Keluarga. “Melalui Program ini, layanan A-Z, Pembangunan Keluarga; Konsultasi problematika keluarga, anak, konselor berbasis Al, melaksanakan Pendataan Keluarga Indonesia, Ketahanan kependudukan, Interoperabilitas lintas K/L

Dalam kesempatan tersebut, Indah Kurniawati, SE, MM, Anggota Komisi IX DPR RI, menyampaikan bahwa komitmen masyarakat untuk membangun keluarga berkualitas adalah pilar penting menuju Indonesia yang tangguh. Menurutnya pembangunan bangsa dimulai dari keluarga. Ketika perencanaan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan berjalan baik, maka lahir keluarga yang kuat dan mandiri.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan dalam keluarga menjadi pondasi utama: pendidikan agama, karakter, moral, hingga pendidikan formal. Semua ini membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berintegritas. (**)