Ekonomi & Bisnis

Jejak Sang Konglomerat: Ratusan Pelayat Iringi Kepergian Michael Bambang Hartono di Jakarta

×

Jejak Sang Konglomerat: Ratusan Pelayat Iringi Kepergian Michael Bambang Hartono di Jakarta

Share this article
Michael Bambang Hartono (Istimewa)

METROHEADLINE.NET , Jakarta – Ratusan pelayat terus berdatangan ke Rumah Duka Grand Heaven, Jakarta, Jumat (20/3/2026), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pengusaha senior Indonesia, Michael Bambang Hartono.

Sosok yang dikenal sebagai salah satu pilar industri nasional itu meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu setempat di Singapura, dalam usia 86 tahun.

Sejak siang hari, suasana duka begitu terasa di dalam maupun sekitar rumah duka. Ruang utama dipenuhi nuansa bunga putih yang melambangkan penghormatan dan kesedihan yang damai. Para pelayat datang silih berganti, mulai dari keluarga, kerabat, hingga tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor, khususnya dunia bisnis dan keuangan.

Deretan karangan bunga tampak memenuhi area luar hingga lorong masuk. Nama-nama besar dari industri perbankan dan korporasi nasional terlihat mengirimkan ucapan belasungkawa, di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk. Kehadiran mereka menjadi bukti besarnya pengaruh almarhum dalam ekosistem ekonomi Indonesia.

Sejumlah tokoh masyarakat juga tampak hadir secara langsung. Menteri BUMN yang juga dikenal sebagai tokoh penting di dunia usaha, Erick Thohir, terlihat melayat dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Selain itu, mantan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Michael Bambang Hartono dikenal luas sebagai salah satu pemilik Grup Djarum, perusahaan besar yang memiliki diversifikasi bisnis luas, mulai dari industri rokok, perbankan, hingga teknologi. Bersama saudaranya, ia turut membesarkan kerajaan bisnis keluarga yang menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia.

Selain kiprahnya di industri tembakau melalui Djarum, pengaruh keluarga Hartono juga sangat kuat di sektor perbankan melalui kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA). Di bawah kepemimpinan mereka, BCA berkembang menjadi salah satu bank swasta terbesar dan paling stabil di Tanah Air, dengan jutaan nasabah dan jaringan layanan yang luas.

Tak hanya itu, keluarga Hartono juga dikenal aktif dalam investasi teknologi melalui berbagai perusahaan digital dan infrastruktur, termasuk keterlibatan dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Kontribusi ini menjadikan mereka sebagai salah satu keluarga terkaya di Asia Tenggara, bahkan secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya versi berbagai lembaga internasional.

Di luar dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga dikenal memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial dan olahraga. Melalui berbagai yayasan keluarga, mereka aktif mendukung pengembangan bulu tangkis Indonesia—cabang olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas bisnis nasional. Banyak pihak yang menilai sosoknya sebagai sosok pekerja keras, visioner, dan memiliki komitmen tinggi dalam membangun perekonomian Indonesia.

Hingga Jumat sore, arus pelayat masih terus datangan. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring meluasnya kabar duka tersebut. Prosesi penghormatan terakhir pun berlangsung khidmat, diiringi doa dan kenangan atas perjalanan panjang seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi negeri.***