Ragam

Imlek 2026 di Vihara Avalokitesvara: PKB Gaungkan Kepemimpinan Moral dan Persatuan Bangsa

×

Imlek 2026 di Vihara Avalokitesvara: PKB Gaungkan Kepemimpinan Moral dan Persatuan Bangsa

Share this article
Refleksi Imlek 2026 di Vihara Avalokitesvara, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (15/2/2026).

METROHEADLINE.NET , JAKARTA – Perayaan dan refleksi Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Baru Imlek 2026 yang mengusung tema “Kuda Api, Kepemimpinan Moral, Setia Bersama Rakyat” digelar Badan Persaudaraan Antariman (Berani), organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), di Vihara Avalokitesvara, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum PKB yang juga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana, serta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Sejumlah tokoh lintas agama, tokoh masyarakat Tionghoa, dan perwakilan organisasi keagamaan turut hadir dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan.

Ketua Dewan Pengurus Vihara Avalokitesvara, Beni, dalam Perayaannya menyampaikan rasa syukur atas perayaan terselenggaranya Imlek yang sarat makna reflektif di tengah tantangan global dan nasional yang tidak ringan. Ia menekankan bahwa Tahun Kuda Api membawa simbol energi besar, semangat kemajuan, dan keberanian menghadapi perubahan.

“Kesempatan hidup telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun manusia harus mampu mengolahnya dengan kebijaksanaan. Jangan sampai terjebak dalam keserakahan, kebencian, kemalasan, atau kesombongan. Tahun Kuda Api menjadi momentum untuk memperkuat hati nurani, memperdalam spiritualitas, dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya.

Beni juga menempatkan pentingnya harmoni antara nilai langit, bumi, dan manusia. Menurutnya, kehidupan akan berjalan baik jika manusia mampu menyelaraskan energi spiritual dengan tindakan nyata di bumi, termasuk dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera.

Sementara itu, dalam refleksinya, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Imlek 2026 bukan sekadar perayaan budaya, namun momentum memperkuat kepemimpinan moral di tengah dunia yang sedang dihadapi secara keseluruhan. Ia menyoroti situasi global yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik, konflik bersenjata, krisis pangan dan energi, hingga tekanan ekonomi yang dirasakan banyak negara.

“Kemajuan teknologi dan peradaban tidak selalu berjalan seiring dengan kematangan moral. Oleh karena itu, Tahun Kuda Api harus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang setia kepada rakyat, berpihak pada kemanusiaan, dan berani mengambil keputusan demi keadilan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebinekaan sebagai fondasi bangsa. Muhaimin menanamkan keberanian Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, yang membuka ruang kebebasan dan kesetaraan melalui kebijakan yang mencabut tekad terhadap ekspresi budaya Tionghoa di Indonesia.

“Itulah contoh kepemimpinan moral—berani mengambil keputusan yang menjunjung tinggi persatuan, inklusivitas, dan kemanusiaan. Semangat itu harus terus kita rawat,” katanya.

Menurutnya, tantangan kebangsaan seperti ketimpangan sosial, krisis lingkungan, serta bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, termasuk di Sumatera, hanya bisa dihadapi dengan solidaritas dan kerja bersama. Tahun Kuda Api selanjutnya melambangkan energi, keberanian, dan daya dobrak untuk membawa perubahan positif.

Acara refleksi Imlek ini ditutup dengan doa lintas agama dan komitmen bersama untuk terus memperkuat persaudaraan antarumat beragama, menjaga pluralitas, serta menghadirkan politik yang berlandaskan moralitas dan keberpihakan kepada rakyat.

Melalui momentum Imlek 2026, Berani dan PKB menegaskan komitmennya untuk terus setia bersama rakyat, menyalakan api semangat kebinekaan, serta mendorong kepemimpinan yang diwajibkan pada nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan.