Minahasa, Metroheadline.net – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr. Jeanny Yola Winokan, MAP menjelaskan, salah satu upaya mengurangi resiko stunting adalah melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Hal tersebut disampaikannya dalam acara sosialisasi program Bangga Kencana kepada warga Minahasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di GMIM Matius Pineleng, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa, Selasa (2/12/2025).
Sejumlah pembicara dihadirkan diantaranya Felly Estelita Runtuwene, S.E.(Ketua Komisi IX DPR RI); Masrinto Pongrambu, S.Sos.(Penata KB Ahli Muda Kemendukbangga/BKKBN); dr. Jeanny Yola Winokan, MAP (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara); Laurine Manarisip, S.E (Sekretaris DPPKB Kab. Minahasa).
“Program ini merupakan upaya nyata untuk memperkuat dukungan gizi, kesehatan, dan pendampingan bagi keluarga risiko stunting. Inisiatif ini menjadi wujud kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan penting bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan GENTING sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yaitu memastikan kualitas SDM Indonesia melalui peningkatan derajat kesehatan anak sebagai calon generasi masa depan bangsa.
“Melalui intervensi langsung seperti ini, diharapkan setiap anaktermasuk Hanin—mendapat kesempatan tumbuh optimal, sehat, dan berkembang menjadi generasi unggul,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, S.E menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak dan masa depan generasi. Oleh karena itu, intervensi harus dilakukan sejak dini, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Salah satu kunci utama mencegah stunting adalah memastikan kecukupan gizi anak melalui pola makan seimbang dan kaya protein. Edukasi mengenai makanan bergizi harus terus diperluas, terutama kepada para ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan balita. Makanan yang tepat akan menentukan perkembangan anak,” kata Felly.
Ia menilai bahwa kesadaran akan gizi harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya bergantung pada pemerintah, namun juga dukungan keluarga dan lingkungan. Felly juga berharap angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin meningkat. “Kita ingin masa depan anak-anak bangsa lebih baik. Pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang,” pungkasnya. (DBS)












